Wednesday, July 28, 2010

TransJakarta : Extreme Measures

Oke lah, memang naik TransJakarta di jam pulang kantor itu, penuh perjuangan. But some people would actually go to the extreme demi bisa masuk ke bis itu, atau go to the extreme supaya temannya bisa ikut naik ke bis itu…, hehehehehe….

Kejadian Nyata 1.

Kemarin sore, ketika aku tiba di halte busway, ternyata beberapa teman-teman kantorku sudah tiba disana, dan berdiri di antrian paling depan. Sementara aku dan seorang temanku (seorang laki-laki), berada di antrian lapis ketiga. Dua bis lewat, tapi karena terlalu penuh, kami tidak bisa naik. Akhirnya ketika bis yang ketiga akan lewat, temanku yang sudah berdiri di antrian terdepan itu, berkata, “pokoknya bis yang ini, kita mesti naik, ya! Oke?” Kami mengangguk-angguk, mendengar kata-katanya.

Bis itu pun lewat, beruntung agak lowong di dalamnya. Tapi aku ragu, apakah aku bisa ikut naik atau tidak, jadi ragu-ragu aku maju, tapi tidak masuk ke dalama bis, karena sepertinya tidak akan muat. Ternyata temanku yang sudah masuk duluan itu, ngotot ingin aku ikutan naik juga. Mungkin dia tidak tega melihat kami harus menunggu bis yang berikutnya. Akhirnya di dalam bis, di tengah-tengah semua orang, dia berteriak, “Pak! Tunggu pak! Jangan jalan dulu…, itu temen saya lagi hamil!!!”


WHAT?!?!?!?


Aku terkejut, cuman berdiri mematung, tanpa sadar tanganku langsung memegang perut. Akhirnya aku hanya berkata, “udah gak pa-pa mbak…, aku tunggu yang berikutnya aja.” Sambil tersenyum miris, menahan malu. Setelah bis itu pergi, temanku yang masih menunggu bersamaku langsung tertawa terbahak-bahak. Hahaha…, memalukan.

Pagi, ini ketika aku mendatanginya di kantor, si mbak itu, berkata kepadaku, “loe kemarin kenapa gak naik? Gue malu tau!” (Hee? Bukannya kebalik ya?), lalu dia berkata lagi, “Akhirnya gara-gara loe gak naik, gue ngomong ke kondekturnya, Oh, suaminya gak bolehin dia naik, soalnya bis-nya kepenuhan.”
Huhauhahahua…geblek berat. Karena aku menunggu bersama seorang temanku yang laki-laki, akhirnya dia mengambil kesempatan itu untuk membela diri. Dalam menit yang sama, setelah dituduh hamil, akupun dituduh sudah menikah…hahhahaha.


Kejadian Nyata 2.
Karena terjadi banyak pelecehan seksual di bus Transjakarta, akhirnyalah…, antrian masuk kedalam bis dibuat terpisah antara laki-laki dan perempuan. Walaupun sebenarnya di dalam akan tercampur lagi, dan pada kenyataannya banyak laki-laki yang masih ikutan mengantri di bagian wanita, begitupun sebaliknya.

Pagi ini, temanku mengantri di bagian wanita, karena agak kosong dibanding di bagian laki-laki yang sudah menumpuk, dan menurutnya bukan dia satu-satunya laki-laki yang ikut mengantri disitu. Ketika sedang berdiri, datang seorang wanita yang—karena datang belakangan—harus berdiri dibelakangnya. Mungkin karena dia tidak mau berada dibelakang. Akhirnya si wanita ini, mencolek temanku, dan berkata, “Mas, antrian untuk laki-laki disebelah sana,” Sambil menunjuk ke arah yang satunya. Temanku yang tidak mau harus mengantri lagi dari belakang, jika pindah ke tempat laki-laki, dan berisiko terlambat ke kantor karena akan ketinggalan bis, akhirnya berkata pada si wanita itu, dengan muka serius, “Tapi saya bukan laki-laki,”

Hening…, wanita itu tidak bisa menjawab apa-apa.


Huahahahahha
…Hebat…hebaattt…, jawaban paling mantap yang pernah kudengar!

Wednesday, July 21, 2010

Comment

Sebuah percakapan sambil lalu with my, oh-so-'genius'-sister.

Setting Waktu : Jam pulang kantor.
Setting Tempat : Food Court Pasaraya Blok M.

Sambil berjalan dan melihat poster film terbaru yang diputar di bioskop, aku bertanya kepadanya.

"Film Inception bagus ga? Tentang apaan, sih?"
"Itu loohh..., sama kaya Deception, but without the 'D' "

Hahahahaha..., a pure genius comment.

Sunday, July 18, 2010

Ingin Sendiri = Ayo..., ganggu aku!

Aku melihat suatu hal yang lucu-menggelikan-narsis-ironis, ketika sedang mondar-mandir kurang kerjaan di rumah, lalu akhirnya memperhatikan adikku yang sedang mengutak-atik Facebook-nya.

Disitu, aku melihat status seseorang yang cukup menarik, karena dia menulis kurang lebih seperti ini,

==quote==

"Lagi ingin menyendiri dulu..., mungkin selama beberapa hari kedepan, sorry ya temen-temen."

==unquote==

Menulis status kaya gitu, sih, sama sekali gak ada salahnya, tapi yang bikin lucu adalah, ketika ada orang yang mengomentari statusnya itu..., dia malah membalas! Bahkan bukan cuma sekali, tapi beberapa kali.
Aku kira ketika dia bilang ingin menyendiri itu, berarti absen dari dunia facebook atau dunia nyata selama beberapa hari..., tapi mungkin aku salah. Hahahahaha.... So much, for wanting to be alone.

Orang yang katanya 'ingin sendiri' ini, sepertinya ingin meneriakkan kepada dunia, "heellooo..., people..., pay attention pleeeaaseee..., I want to be aloonnneeee...!!!" Hehehhehe..., such a drama queen.