Monday, May 17, 2010

Lagu Terseram Sepanjang Hidupku

Jika bisa, aku akan menobatkan lagu itu sebagai lagu terseram yang pernah aku dengar di sepanjang hidupku, dan aku bisa mengatakan, bahwa I haven’t lived that long (ingin menekankan, bahwa diri ini masih muda…, masih muda…, masih muuudaaaaaa)
Semuanya dimulai ketika aku baru pulang kantor, sehabis lembur sampai malam. Aku menaiki bis yang biasa, tujuan Blok M. Ketika itu, aku mengambil tempat di belakang kursi pengemudi. Tak lama sesudahnya, seorang pengamen, dengan gitarnya naik ke bis.
Ia mulai menyanyikan sebuah lagu bernada manis…, yah…, seperti model-model lagunya Iwan Fals akustik version, ato Ebiet G. Ade laah…. Bernada lumayan tenang. Dalam hati aku berpikir…, lumayan juga nih, lagunya yang dia nyanyiin…, cukup menghiburlah, emang beneran niat nyanyi. Gak kaya kebanyakan pengamen lain, yang kayanya cuman naik bis…, gonjreng-gonjreng gitar, atau alat musik apalah yang mereka punya, aaaa…, uuuu…, selama kurang dari 1 menit, dan langsung berjalan keliling meminta uang.

Anyways, back to topic. Si pengamen ini kayanya emang niat nyanyi, jadi aku mulai mencari uang kecil untuk diberikan padanya. Ternyata lagu itu selesai, dia mulai menyanyikan sebuah lagu lagi. Masih dengan model petikan gitar yang sama…, lagu-lagu santai…, lembut…, model seperti itulah. Dia memulai lagu itu dengan kata-kata, “Taahuukaahh kaauuu…bahwa kaauuu chaannntiiikkkk….” Pada detik itu, aku berpikir…, kayanya lagunya lucu nih. Eeenngg…, iiiinnggg…, eeennngggg…. I’m wrong…, dead wrong!
Bait berikut yang dia nyanyikan, “Ingin rasanya kucungkil bola matamu, dan kutunjukkan padamu betapa indahnya matamu…”

APAAAA?!?!?!?!

Aku langsung otomatis, menoleh ke arah si pengamen, kaget. Setelahnya sepanjang nyanyiannya itu, aku hanya menatap kearah jendela. Huauhhauhauha…, mengerikan sekali. Yang terlintas di otakku adalah…, kalau dia sudah mencungkil bola mata si wanita malang itu…, si wanita akan melihat bola matanya menggunakan apaa? Matanya yang sebelah? Yang ‘untung’nya tidak dicungkil oleh si tokoh pria dalam lagu…, hanya supaya si pria dapat membuat si wanita malang bermata satu karena sudah dicungkil keluar itu…, Ini loohhh…, ini yang gue maksud bahwa mata loe itu indah banget….

Hellloooo….! Pernah dengar benda yang namanya cermiinn?!?!

Sesampainya di rumah, aku menceritakan pengalaman itu, pada kakakku. Dan tahu apa komentarnya apa? “Loe gak, Tanya judulnya apa, Nay?”

Huuuuaaaaa?!?!?!? Setelah dia bernyanyi soal mencungkil mata orang…, dia masih berharap aku bertanya judul lagunya itu? Hahahahahah…. Lalu dia masih menyambung komentarnya, “siapa tau, abis itu si pengamen, ngeliat loe, terus bilang…, “kamu manis mbak.” “

“Terus? Dilanjutin gini? “ingin kupotong rasanya lidahmu, supaya engkau bisa merasakan, betapa manisnya dirimu??? “ “ Aku menjawab kata-katanya.

Ugh…, Makasih deh…, pass aja.

Monday, March 8, 2010

Aku Jatuh….

Bukannya 'jatuh' apaan nih..., tapi beneran jatuh....
Aku terjatuh dari ketinggian 2 anak tangga.

Akhirnya tangan kananku terbalut 3 plester karena lecet dan luka...., terus kedua lututku biru...plus sedikit bengkak.

Jadi begini kurang lebih kronologinya :

Aku dan Sofyan, temanku, akan berangkat menuju ruang dokumen FENG, yang terletak di dekat tempat laundry PBU di depan messhall.
Ketika akan berangkat, ternyata list dokumennya tertinggal di atas mejaku, akhirnya setengah berlari aku kembali mengambil list itu, dan kembali lagi menuju pintu luar.
Ketika aku membuka pintu, dan akan melangkah, aku terlewat 1 anak tangga, hingga jatuh, terjerembab di grating dan pavement di depan kantor.

Begini lebih detailnya :

Ketika keluar pintu, kaki kanan yang harusnya menginjak anak tangga kedua, malah meleset terlalu jauh kedepan. Akhirnya badan limbung kedepan, setengah melayang di udara selama seperempat detik. Sementara kaki kanan kehilangan pijakan, kaki kiri sudah terlepas dari pijakan yang ada dengan bagian lutut melipat ke arah belakang.



Menurut Ismail, yang kebetulan melihat kejadian ini dari belakang, sementara pintu yang aku buka sudah setengah tertutup—karena tidak aku pegang, soalnya aku sedang airborne—dia kira aku sedang meloncat ala prima balerina, dengan kaki melipat kebelakang, sebelum akhirnya dia mendengar suara *gubrakkk* dan lalu berlari ke pintu depan, ingin melihat, siapa tahu ada yang bisa diketawain....(kurang ajar)
Terusnya
, setelah seperempat detik di udara, akhirnya gravitasi menarik aku kebawah, ketika jatuh, lututku duluan yang menyentuh tanah mencoba menahan jatuh, tapi ternyata badanku masih limbung juga. Akhirnya dengan tangan aku mencoba menahan lagi...tapi aku masih jatuh juga kedepan, terakhir daguku yang kena tanah.
Posisi akhir adalah aku tengkurap di tanah dengan kedua tangan di depan....
(bayangkan superman...cuman di tanah)

Ketika jatuh, badanku rasanya lemas sekali..., tidak bisa bergerak..., kata2 yang keluar dari mulutku hanya, "kok gue bisa jatoh?"
Akhirnya si sofyan mengangkatku dari posisi ‘superman’..., tapi aku tetap duduk di lantai..., setelah Ismail en Sofyan meluruskan kakiku..., bos-ku keluar..., untung sekali dia tidak melihatku dalam posisi tengkurap..., hahahhaha....

Bos :
Natasha, what happen?
N : I fell O san
Bos :
Are you okay? Are you bleeding?
I : She is okay, because of her new pants.
(Kebetulan aku sedang memakai jeans yang baru dikirim dari Jakarta.
N : (mendesis pada I) Kurang ajar…, (lalu kembali tersenyum meringis pada bos) Yes, I am okay, (sambil menyembunyikan tangan yang sudah mulai berdarah, malas kalau cuman gara-gara lecet ini, terus harus pergi ke klinik)

Dasar kurang ajar…, kalau tanganku sedang tidak luka, sudah aku timpuk si Ismail ituuuu!

Anyways...begitulah..kisah ‘kejatuhan’ ku pada hari senin, tanggal 23 Feb 2010.
Lucu juga sih, kalo diingat-ingat...walaupun sakitnya terasa cukup lama...dan berjalan jadi pincang...kakiku juga biru-biru dan bengkak...

Sudah begitu...karena tanganku yang penuh plester, ketika aku ke kantor security, ingin mengambil black ID-nya orang..., si admin security itu bertanya :

S : Tangannya kenapa, mbak?
N : abis berantem, pak (males ngasih jawaban bener)
S : wah! itu zero loh! bisa saya proses loh! (sambil senyum2)(Di tempat ini ada peraturan zero tolerance untuk orang yang berkelahi. Bisa langsung dikeluarkan)
N : hehehe..enggak, kemarin saya jatoh.
S : Wah, incident loh, mesti ada investigation tuh...(masih sambil senyum2)

Doh!!! Serba salah banget, ngomong ama security....

Terakhir-terakhirnya, ketika aku tanda-tangan tanda terima kartu yang kuambil, terus menulis namaku...si orang itu berkomentar begini, "namanya Natasha ya..., kaya nama orang jepang...."

HHHHUUUUUEEEEEE?????

no comment ajalah...

sekian dan terima kasih.

Langit Papua

I am a big…, big…, fan of the sky. Terutama langit Papua.

Langit di Papua itu Indah…. Sangat…, sangat…, INDAH!

Salah satu saat-saat yang kusukai adalah, ketika berjalan melintasi bukit, menuju kantor setiap pagi. Lalu menengadah memandang langit biru, melihat sepasang burung terbang melintas. Burung yang sama setiap pagi sepertinya.
Atau ketika akan mendarat di Biak, dan melihat langit biru ditambah pantainya yang bersih. Juga ketika akan mendarat di Babo, terbang rendah diatas hutan, dan melihat sungai yang meliuk-liuk seperti ular.

Sayangnya kalau di Jakarta, bos-ku senang menutup gordjin yang tergantung di jendela besar di balik mejanya. Akhirnya setiap kali dia tidak ada, aku akan membuka gordijn-nya lebar-lebar, supaya bisa memandang langit di luar. Walaupun langit Jakarta lebih sering berwarna coklat, abu-abu kehitaman tidak jelas, ketimbang berwarna biru. Tapi aku tidak menyerah, terkadang langit biru itu akan muncul juga.

Kemarin-kemarin ini, aku sedang sering mendengarkan lagi lagunya Tohpati dan Shakilla, “Lukisan Pagi.” Juga lagunya yang berjudul “Cendrawasih.” Mendengar lagu-lagu itu, benar-benar membuatku teringat akan alam Papua yang super indah. Coba aja dengerin lagunya, keren banget! Beautiful songs, that reminds me of a very beautiful place.



Oh ya, semua foto dibawah, tidak melewati proses touch-up apapun ya…, aku terlalu gaptek untuk mengerti hal-hal seperti itu. Jadi warna langitnya betul-betul seperti ini, walaupun tentu saja, aslinya jauuhhh…, lebih indah.













membayangkan lagu itu diputar sayup-sayup sebagai latar belakang

Friday, February 26, 2010

Main Hujan

Beberapa hari yang lalu, cuaca mendung seharian.

Matahari hampir tidak kelihatan, langit berwarna abu-abu, dan hujan datang dan pergi.

Tapi lucunya, saat mendung dan gerimis seharian seperti hari ini, justru ada banyak burung yang bermain dan beterbangan. Aku tidak tahu jenis burung apa itu, sekilas terlihat seperti burung layang-layang.

Mereka berterbangan, di seputaran kantorku. Bahkan ketika kami sedang berkendara menuju suatu tempat, burung-burung terbang rendah, bermain-main di depan mobil kami.

Ternyata burung juga senang bermain hujan. Baru kali ini aku melihatnya. Lucu juga….

Thursday, February 11, 2010

Yang Satu..., Satunya lagi....

Yang satu seringkali serius. Satunya lagi hampir tidak pernah, tapi selalu bercanda.
Yang satu idealis, satunya lagi ‘go with the flow.’

Yang satu sering memasang tampang serius, satunya lagi hampir selalu tersenyum, bahkan ketika diomeli sekalipun.
Yang satu akan mengeluh badannya pegal-pegal meminta obat tolak angin dariku, satunya lagi bisa langsung menenggak 2 butir obat sakit kepala sambil minum kopi.
Yang satu suka menonton Discovery dan National Geography, satunya lagi suka Fashion TV dan Opera van Java.
Yang satu suka membaca, dan bisa mengirimkan email panjang lebar untuk menjelaskan sesuatu. Satunya lagi tidak suka membaca, bahkan pusing kalau membaca email yang terlalu panjang. Bukti dari ia yang tidak membaca email panjang adalah, ia akan membalas dengan kata-kata seperti, "setuju!" atau "arigato."
Yang satu tidak akan segan-segan marah dan mengomeliku, lalu memberikan nasihat kalo menurutnya aku berbuat salah. Satunya lagi hanya akan tertawa-tawa, melihat kesalahanku dan menyebutku ‘pea’ atau ‘dodol.’

Dua-duanya tidak pernah makan pagi, memintaku untuk membawakan roti.
Dua-duanya ingin mempunyai bisnis sendiri.
Dua-duanya menyenangi fotografi, tapi yang satu Nikon, satunya lagi Canon.
Dua-duanya selalu tidak mau kalau aku minta difoto, huh! (katanya rugi di shutter…, kurang ajar, hhehhehhee….)
Dua-duanya sering menggunakan kata, ‘setan.’
Dua-duanya sama-sama terdiam, lalu mulai memberikan segala jenis nasihat, dan mulai meledekku "bodoh" dan segala jenis kata-kata lainnya, ketika aku menceritakan soal aku yang ‘jatuh tertimpa tangga.’ Tapi aku rasa itu salah satu cara mereka untuk menghiburku. Maksud mereka baik.
Dua-duanya senang sekali mengungkit-ungkit ‘kesalahan’ lamaku, hanya untuk melihatku terganggu, lalu pada akhirnya kami akan menertawakan hal itu bersama-sama.
Dua-duanya akan kudatangi setiap hari, ku ganggu di meja kerjanya, hanya karena aku sedang bosan, tidak peduli mereka sedang sibuk atau tidak.
Dua-duanya sudah tidak ada disini lagi sekarang.
Dua-duanya mempunyai hati yang sangat baik.

And both of them are my brothers.

Monday, February 8, 2010

In Memoriam of

Dearly beloved,

We are gathered here for the memorial of the career of Ms. NSB and Mr. IM. (isak tangis mulai terdengar dari sekeliling ruangan, alunan piano yang lembut mengiringi pembicara) They have tried their best, but unfortunately their best is still not good enough. (Suara tangisan terdengar makin kencang) They have been given a big responsibility to foster the beloved bug of Mr. MT, the company Commissioning Manager, but they have failed to do so. And so, we all gathered here to bid our farewell, to their careers, as we hope that a better future still lies in front of them....

It diiiieeedddd!!! I can't believe it, IT DIED!!!


Serangga yang dititipkan pada temanku--yang memaksa untuk berbagi tanggung jawab, supaya kalau terjadi apa-apa, ia tidak akan disalahkan sendiri--tiba-tiba mati! Tanpa sebab! Baiklah-baiklah, aku akan mengakui kalau bagian "mati tanpa sebab" itu, memang agak hiperbolis. Ketika temanku sedang keluar kantor, ia rupanya sempat melirik ke arah kandang mereka, dan melihat salah satu dari kumbang itu, sudah dalam posisi terlentang, dan mulai ada semut yang mengerubunginya. Melihat hal itu, ia langsung memanggilku, dan kami berdua langsung terbirit-birit memberi makan si serangga-serangga itu, yang ternyata, belakangan baru kami ketahui, ternyata totalnya ada empat ekor, dan bukannya tiga. Sambil memberi makan, kami mulai menghitung-hitung lagi, kapan terakhir kali kami memberi makan mereka ya?

Sekarang, yang harus kami lakukan adalah, mencari serangga baru, untuk menggantikan yang sudah mati itu, dan berharap si manager tidak akan mengetahui bedanya. Aku sangat yakin dia tidak akan tahu bedanya..., aku sangat berharap ia tidak akan tahu bedanya, sepertinya ia tidak membuat tanda apa-apa pada serangga itu, kan? Kalau saja kami bisa mendapatkan serangga itu lagi.

Masih ingat game digger? Masih ingat theme song-nya jika game over? Aku merasa lagu itu sedang diputar sebagai latar belakang dari kejadian ini..., hehehehhehe.

Friday, February 5, 2010

THE Care Taker

And yes, you can call me the care taker.

'Tugas'ku bertambah satu. Man! It's not even my job. Let's just say that, kami berbagi tanggung jawab. Jika kemarin-kemarin aku memelihara tanaman bosku, (Ouch! aku baru inget tadi siang belum nyirem that freakin plant!) Kali ini aku berbagi tanggung jawab untuk memelihara serangga peninggalan Commissioning Manager kami.
Jangan tanya padaku apa tepatnya nama binatang ini. Kumbang, thats all I can say. (dan dalam otakku mulai terngiang-ngiang lagu dangdut, Kumbang-kumbang di taman..., sepertinya aku sudah terlalu lama tinggal disini, sampai-sampai referensi laguku pun, lagu dangdut.)
Serangga ini berwarna hitam, dan bentuk kepala-nya berbeda-beda. Yang kebetulan dipelihara si manager ini, berbentuk seperti cula badak. Sementara aku juga pernah melihat yang seperti tanduk kerbau. Rupanya di Jepang, serangga ini termasuk binatang peliharaan, semacam koleksi mumbo jumbo whatever. Sehingga beberapa orang jepang di perusahaan ku ada yang memelihara serangga ini. Dan karena posisi kami memang di tengah-tengah hutan yang baru saja 'dibuka' untuk proyek ini, jadilah berbagai macam serangga bertebaran dimana-mana, termasuk salah satunya serangga dibawah ini.


Sangking bersemangatnya dia memelihara serangga ini, dia sampai membeli makanan khususnya dari jepang. It has a special food! Semacam agar-agar yang sering kita beli di toko ketika kita kecil dulu, warnanya coklat bening. If you're not careful, bisa-bisa mengira bahwa jelly itu untuk manusia. Karena jujur, benda itu tidak terlihat sama sekali seperti makanan untuk serangga! Bahkan seorang subcont kami, pernah memakan jelly itu, temanku sudah ingin memberitahunya tapi terlambat, jelly itu sudah lebih dahulu masuk ke mulutnya. Akhirnya temanku memilih untuk menutup mulutnya saja. Hey, what doesn't kill you, can only make you stronger. So I suppose that man, should be stronger right know, In a bug level I mean, hahahahhaha.



Anyways, si manager ini juga tidak bosan-bosan menawarkan kami untuk mencoba those jelly bug. Dia selalu mengatakan..."good yaa...full of protein nee...." Lalu mulai memperagakan bentuk kepala si serangga yang seperti cula, hahaha bodoh.
Jadi sekarang, aku dan temanku setiap beberapa hari sekali akan memberikan serangga-serangga itu jelly di kandangnya. Maksud dari beberapa hari sekali adalah, jika feeling kami mengatakan bahwa mungkin..., mungkin..., si serangga sudah kelaparan lagi. Oh ya, tahukah kamu bahwa untuk serangga serupa, mereka-mereka yang kepalanya mempunya motif yang unik adalah yang jantan? Yang betina akan terlihat biasa-biasa saja. Jadi si jepang-jepang ini hanya akan memelihara yang jantan saja, karena bentuk kepala mereka yang unik.

Hhhmmm..., kira-kira besok mereka udah lapar lagi belum, ya..., kapan ya, terakhir kali aku kasi makan? I totally forgot.