Tuesday, August 24, 2010
New Office
Dari rumah sampai kantor, hanya butuh sekitar 15 menit. Begitu juga sebaliknya. Tidak perlu lagi lari-lari keluar kantor, mengejar bis Trans Jakarta. Tidak perlu lagi berdesak-desakkan, atau pindah halte demi bisa masuk kedalam bis. Tidak perlu lagi ikutan mengantri di antrian khusus pria, hanya karena antrian itu lebih kosong ketimbang antrian wanita, hahahahha.
Tapi salah satu kekurangannya adalah, tempat makan yang terbatas, juga harga yang tinggi. I miss makan seporsi 5000 rupiah…, hiks….
Wednesday, July 28, 2010
TransJakarta : Extreme Measures
Kemarin sore, ketika aku tiba di halte busway, ternyata beberapa teman-teman kantorku sudah tiba disana, dan berdiri di antrian paling depan. Sementara aku dan seorang temanku (seorang laki-laki), berada di antrian lapis ketiga. Dua bis lewat, tapi karena terlalu penuh, kami tidak bisa naik. Akhirnya ketika bis yang ketiga akan lewat, temanku yang sudah berdiri di antrian terdepan itu, berkata, “pokoknya bis yang ini, kita mesti naik, ya! Oke?” Kami mengangguk-angguk, mendengar kata-katanya.
Bis itu pun lewat, beruntung agak lowong di dalamnya. Tapi aku ragu, apakah aku bisa ikut naik atau tidak, jadi ragu-ragu aku maju, tapi tidak masuk ke dalama bis, karena sepertinya tidak akan muat. Ternyata temanku yang sudah masuk duluan itu, ngotot ingin aku ikutan naik juga. Mungkin dia tidak tega melihat kami harus menunggu bis yang berikutnya. Akhirnya di dalam bis, di tengah-tengah semua orang, dia berteriak, “Pak! Tunggu pak! Jangan jalan dulu…, itu temen saya lagi hamil!!!”
WHAT?!?!?!?
Aku terkejut, cuman berdiri mematung, tanpa sadar tanganku langsung memegang perut. Akhirnya aku hanya berkata, “udah gak pa-pa mbak…, aku tunggu yang berikutnya aja.” Sambil tersenyum miris, menahan malu. Setelah bis itu pergi, temanku yang masih menunggu bersamaku langsung tertawa terbahak-bahak. Hahaha…, memalukan.
Pagi, ini ketika aku mendatanginya di kantor, si mbak itu, berkata kepadaku, “loe kemarin kenapa gak naik? Gue malu tau!” (Hee? Bukannya kebalik ya?), lalu dia berkata lagi, “Akhirnya gara-gara loe gak naik, gue ngomong ke kondekturnya, Oh, suaminya gak bolehin dia naik, soalnya bis-nya kepenuhan.”
Huhauhahahua…geblek berat. Karena aku menunggu bersama seorang temanku yang laki-laki, akhirnya dia mengambil kesempatan itu untuk membela diri. Dalam menit yang sama, setelah dituduh hamil, akupun dituduh sudah menikah…hahhahaha.
Kejadian Nyata 2.
Karena terjadi banyak pelecehan seksual di bus Transjakarta, akhirnyalah…, antrian masuk kedalam bis dibuat terpisah antara laki-laki dan perempuan. Walaupun sebenarnya di dalam akan tercampur lagi, dan pada kenyataannya banyak laki-laki yang masih ikutan mengantri di bagian wanita, begitupun sebaliknya.
Pagi ini, temanku mengantri di bagian wanita, karena agak kosong dibanding di bagian laki-laki yang sudah menumpuk, dan menurutnya bukan dia satu-satunya laki-laki yang ikut mengantri disitu. Ketika sedang berdiri, datang seorang wanita yang—karena datang belakangan—harus berdiri dibelakangnya. Mungkin karena dia tidak mau berada dibelakang. Akhirnya si wanita ini, mencolek temanku, dan berkata, “Mas, antrian untuk laki-laki disebelah sana,” Sambil menunjuk ke arah yang satunya. Temanku yang tidak mau harus mengantri lagi dari belakang, jika pindah ke tempat laki-laki, dan berisiko terlambat ke kantor karena akan ketinggalan bis, akhirnya berkata pada si wanita itu, dengan muka serius, “Tapi saya bukan laki-laki,”
Hening…, wanita itu tidak bisa menjawab apa-apa.
Huahahahahha…Hebat…hebaattt…, jawaban paling mantap yang pernah kudengar!
Wednesday, July 21, 2010
Comment
Setting Waktu : Jam pulang kantor.
Setting Tempat : Food Court Pasaraya Blok M.
Sambil berjalan dan melihat poster film terbaru yang diputar di bioskop, aku bertanya kepadanya.
"Film Inception bagus ga? Tentang apaan, sih?"
"Itu loohh..., sama kaya Deception, but without the 'D' "
Hahahahaha..., a pure genius comment.
Sunday, July 18, 2010
Ingin Sendiri = Ayo..., ganggu aku!
Disitu, aku melihat status seseorang yang cukup menarik, karena dia menulis kurang lebih seperti ini,
==quote==
"Lagi ingin menyendiri dulu..., mungkin selama beberapa hari kedepan, sorry ya temen-temen."
==unquote==
Menulis status kaya gitu, sih, sama sekali gak ada salahnya, tapi yang bikin lucu adalah, ketika ada orang yang mengomentari statusnya itu..., dia malah membalas! Bahkan bukan cuma sekali, tapi beberapa kali. Aku kira ketika dia bilang ingin menyendiri itu, berarti absen dari dunia facebook atau dunia nyata selama beberapa hari..., tapi mungkin aku salah. Hahahahaha.... So much, for wanting to be alone.
Orang yang katanya 'ingin sendiri' ini, sepertinya ingin meneriakkan kepada dunia, "heellooo..., people..., pay attention pleeeaaseee..., I want to be aloonnneeee...!!!" Hehehhehe..., such a drama queen.
Wednesday, June 23, 2010
Try to Appreciate
Don’t you just hate dealing with someone, who feels that he/she has the superiority to do anything??? And he’s not even the freakin boss!!!
Jadi hari ini aku terpaksa berhubungan dengan orang sejenis. Hanya karena berasal dari sebuah golongan, atau instansi tertentu…, akhirnya merasa bisa berbuat seenaknya.
Aku disuruh menelpon, memastikan sesuatu. Ketika menelpon, orang itu menjawab, dengan cuek dan agak ketus, “saya lagi meeting.” Tapi, dari belakang terdengar suara berisik dan orang-orang berbicara dengan suara kencang, bahkan tertawa-tawa. Mencoba berpikir positif, aku menciptakan alasan, mungkin saja dia berada di sebuah meeting yang sangat menyenangkan.
Akhirnya dia menelpon balik, ketika aku mencoba menerangkan titik permasalahannya, yang aku yakin dari sisiku tidak melakukan kesalahan apa-apa, dan hanya mencoba berjalan sesuai prosedur yang ada, dia sepertinya tidak menerima dengan baik, lalu segera mengakhiri pembicaraan, dan menutup telpon bahkan sebelum aku selesai bicara.
Ingin rasanya aku merobek-robek muka orang-orang seperti itu. Could you at least try to appreciate others??!?!?!?!?
Tuesday, June 22, 2010
Can't and Don't
NO..., scratch that..., there are some things I don't want to understand.
*sighing*
Friday, June 18, 2010
Sometimes the Snow Comes Down in June
Aku jadi teringat lagunya, Vanessa Williams. Lagu lama sih, nadanya enak..., judulnya "Save the Best for Last." Liriknya dimulai dengan kata-kata, "Sometimes the snow comes down in June, Sometimes the sun goes round the moon...." Yang sebenarnya ingin mengatakan bahwa such things won't happen. Tapi..., kalau melihat situasi cuaca yang sangat aneh akhir-akhir ini..., jangan-jangan hal itu bisa terjadi? Snow in June? Musim Hujan di bulan Juni? Musim kemarau di bulan Desember? Pemanasan Global?
Anyways, sedikit menyambung dengan kenyataan bahwa, bulan Juni, hujan masih turun dengan derasnya. Ketika pulang kantor malam ini, hujan tiba-tiba mengguyur Jakarta. Having just lost my umbrella. Akhirnyalah..., aku berdiri di pelataran Pasaraya Blok M menunggu hujan, tiba-tiba teringat pada lagu Vanessa Williams, dan mulai menyanyikannya dengan suara pelan, mulut sedikit komat-kamit,dan mengetuk-ngetukkan kaki. Ketika menengok ke pos sekuriti di sebelah kananku, aku melihat sebuah bangku kosong, dan mulai berpikir, kira-kira boleh gak, ya, numpang duduk di dalam situ? Tidak ada 5 menit aku melihat ke arah kursi itu, tiba-tiba si pak sekuriti mengeluarkan kursinya, dan menunjuk ke arahku menawarkan untuk duduk. Hahahaha, jangan-jangan si bapak itu bisa baca pikiran. Atauuu..., mungkin dia kesian ngeliat mukaku yang melas banget menatap bangku kosong itu, hehehehhee. Tidak lama duduk, ternyata tukang ojek payung langgananku (baca : adikku, huahuauhahuahuahua) lewat. Yaahh, lumayanlah, akhirnya bisa jalan untuk nyari bajaj pulang.
